Beranda HEADLINE Ditipu Oknum PNS 150 Juta Rupiah, Kadisdik Kota Pekanbaru Didesak Untuk...

Ditipu Oknum PNS 150 Juta Rupiah, Kadisdik Kota Pekanbaru Didesak Untuk Bertanggung Jawab

347
BERBAGI
AKTIVIS PENDIDIKAN RIAU
Keterangan Foto : KOMSER SIMAMORA Bersama ISTRINYA (Korban Penipuan Oknum PNS Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru).

KABAR DAERAH RIAU, PEKANBARU — “Setelah bertahun-tahun menunggu informasi yang pasti dari Gusti Artini, selaku Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang awalnya bertugas sebagai Guru di SMPN 8 Pekanbaru, kini kabarnya telah menjadi staf di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru” ungkap Komser Simamora mengawali sesi diskusinya bersama Larshen Yunus, Ketua DPD JLN Provinsi Riau.

Untuk diketahui, bahwa Komser Simamora merupakan Korban Penipuan atas Perjanjian untuk Pendaftaran CPNS pada akhir tahun 2013 yang lalu.

Menurutnya, segala usaha telah dilakukan, mulai dari tahun 2013 yang lalu hingga pada tanggal 21 Januari 2018.

“Saya kira semua manusia punya batas kesabaran, saya dan keluarga sudah berulangkali untuk melakukan upaya maupun komunikasi terhadap saudari Gusti Artini” tutur Komser.

AKTIVIS RIAU
Foto Bersama Antara KOMSER SIMAMORA Bersama ISTRINYA (Korban Penipuan Oknum PNS DISDIK Kota Pekanbaru).

Lanjutnya lagi, bahkan bukan hanya beliau saja, kami juga telah sekian lama berusaha untuk mempertanyakan kejelasan atas janji yang telah disepakati, yakni kami juga telah berkomunikasi dengan Delly Arial selaku suami dari Gusti Artini, namun masih belum menghasilkan sesuatu.

“Bayangkan saja, beliau itukan seorang Pegawai Negeri Sipil, kamipun juga telah mendatangi tempat kerjanya pada saat itu, yakni di SMP Negeri 8 Pekanbaru, namun lagi-lagi tidak membuahkan hasil” ujar Komser Simamora.

Merujuk dari beberapa barang bukti yang dimiliki Komser Simamora, Jurnalis www.riau.kabardaerah.com secara bertahap juga mencari informasi atas pengaduan tersebut, baik itu melalui nomor seluler Gusti Artini, Delly Arial hingga nomor seluler Ibu Yusra selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Pekanbaru.

Dikatakan Komser, bahwa janji tinggalah janji, semua yang telah disepakati sirna tanpa adanya kepastian. “Iya… sampai hati dia membohongi kami, padahal awalnya sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak” ungkapnya.

AKTIVIS NASIONAL
Keterangan Foto : BUKTI BERKAS-BERKAS PEMINJAMAN UANG Antara KOMSER SIMAMORA (Korban) Dengan GUSTI ARTINI (Pelaku Penipuan).

“Alasan kami percaya memberikan uang kepada yang bersangkutan adalah karena ada dari kenalan kami yang sudah terbukti bisa diurus menjadi Pegawai Negeri Sipil, oleh karena itu tanpa adanya kecurigaan, kami berani memberikan uang sebesar 205.000.000 (Dua Ratus Lima Juta Rupiah-red).

“Meskipun dipertengahan jalan yang bersangkutan juga telah mencicil untuk membayar uang pinjaman tersebut (55 Juta), namun sampai hari ini sisa uang sebesar 150.000.000  (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah-red) masih belum jelas keberadaannya” kesal Komser Simamora, yang bekerja sebagai Pegawai di RAPP Group.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, pada hari minggu yang lalu (6/5/2018), Komser Simamora yang didampingi istrinya langsung menemui salah seorang Pegiat LSM di Kota Pekanbaru, yakni langsung bertemu dengan Larshen Yunus, selaku Ketua DPD Jaringan Laskar Nusabangsa (JLN) Provinsi Riau.

Dalam pertemuan tersebut, Yunus sapaan akrab dari Pegiat LSM JLN itu pada awalnya hanya menanyakan perihal status akhir dari permasalahan yang dihadapi Komser Simamora beserta istri.

AKTIVIS LARSHEN YUNUS
Keterangan Foto : LARSHEN YUNUS (Ketua DPD JLN Provinsi Riau/ Pegiat LSM Anti Korupsi).

“Kalau yang saya amati, kasus ini sudah biasa terjadi. Dengan iming-iming bisa mengurus masuk PNS, maka sangat besar kemungkinannya untuk menipu seseorang” sebut Yunus.

Yunus juga mengatakan bahwa sebaiknya masyarakat dapat lebih teliti lagi dalam melakukan segala sesuatunya, apalagi kalau berurusan dengan yang namanya uang. “Ya iyalah… kasus ini saya cermati sudah lama berlangsung, tapi mudah-mudahan masih bisa diurus.” tambahnya.

Merujuk informasi dari kedua belah pihak, Jurnalis www.riau.kabardaerah.com juga mencoba untuk menghubungi pihak-pihak yang bersangkutan, baik itu Gusti Artini, Delly Arial maupun Abdul Jamal, yang merupakan Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru.

Tetapi dari sekian banyak nomor yang dihubungi, hanya Yusra selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Pekanbaru yang tersambung. Dari perbincangannya bersama Jurnalis www.riau.kabardaerah.com, Yusra hanya katakan, bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui keberadaan yang bersangkutan (Gusti Artini-red).

AKTIVIS ANTI KORUPSI RIAU
Foto Ilustrasi Penipuan CPNS

“Perlu diketahui, bahwa semenjak saya bertugas sebagai Kepala Sekolah disini, Saya juga telah banyak mendengar bahwa yang bersangkutan telah banyak memiliki masalah. Dia itu sudah banyak yang mencari, setahu saya rumahnya didaerah simpang tiga, coba bapak langsung kesana” pungkasnya kepada Jurnalis www.riau.kabardaerah.com.

Atas ketidakjelasan tersebut, informasinya LSM atas nama DPD Jaringan Laskar Nusabangsa (JLN) Provinsi Riau, juga telah melakukan hal yang sama. “Saya dkk telah berupaya, dalam seminggu ini kami telah melakukan beberapa tahapan, tetapi sepertinya yang bersangkutan sulit untuk ditemui. Oleh karena itu, karena beliau merupakan Staf di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, maka sudah selayaknya Kadis Abdul Jamal bertanggung Jawab” tukas Larshen Yunus.

“Ini serius lho… Sebelum masalah ini dilaporkan kepada pihak yang berwajib, alangkah lebih baiknya pak Kadis juga melakukan upaya tertentu. Saya sudah berulang kali menghubungi pak Kadis, namun selalu tak diangkat.  ingat ya ! mau bagaimanapun pak Kadis sangat bertanggung jawab atas permasalahan ini” tutup Larshen Yunus, mengakhiri pernyataan persnya.  *******Bachtiar

 

loading...