Beranda HEADLINE Pak Sekda, Tolong Kami Pak ! Segera Copot Plt Dirut RSUD Petala...

Pak Sekda, Tolong Kami Pak ! Segera Copot Plt Dirut RSUD Petala Bumi

967
BERBAGI
RSUD Petala Bumi
Keterangan Foto : dr. Eka Yuliati Ningsih (Plt Direktur Utama RSUD Petala Bumi / Foto : Yunus - riau.kabardaerah.com).

RIAU.KABARDAERAH.COM, PEKANBARU — Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Muhammad Ikhwan, salah seorang keluarga dari pasien yang terlantar di pelataran RSUD Petala Bumi.

Dijelaskannya, bahwa kondisi seperti ini kerap terjadi. Manajemen Rumah Sakit tersebut dinilai tidak bisa bekerja secara profesional.

“Saya heran, ini Rumah Sakit tergolong bahagian dari instansi dibawah naungan Pemerintah Daerah, namun kok pelayanannya sembrono seperti ini ?!”  kesal Ikhwan (27/09/2018).

RSUD Petala Bumi
Keterangan Foto : Hotman, Orang Tua Pemilik Jenazah a/n Irna Teresia br Napitupulu, Pada Saat Mengadukan Permasalahan itu di RSUD Petala Bumi, Jalan Sutomo, Kota Pekanbaru.

Lain halnya dengan Hotman Napitupulu dan Tumiar br Nainggolan, sepasang suami istri yang bulan agustus lalu, anaknya atas nama Irna Teresia br Napitupulu (20 tahun), meninggal dunia di RSUD Petala Bumi.

Menurut Hotman, setelah itu dirinya langsung mengurus segala keperluan administrasi Jenazah anaknya tersebut, lalu segera diproses oleh Pak Muri (Mukhrizal-red), selaku Kepala Ruangan Pemulasaran Jenazah RSUD Petala Bumi.

Adapun hasil dari perbincangan antara dirinya dengan Pak Muri, disepakati untuk membayar biaya keseluruhannya sebesar Rp 1.400.000 (satu juta empat ratus ribu rupiah), yang terdiri dari biaya Kamar Mayat dan biaya pengantaran Jenazah oleh Ambulance Rumah Sakit tersebut.

RSUD Petala Bumi

Foto Ilustrasi Pungutan Liar (PUNGLI).

“Benar pak, biaya tersebut sudah final, artinya antara saya dengan pihak Rumah Sakit sudah sepakat, bahwa Jenazah akan dilayani, apabila telah membayar harga tersebut”  ungkap Hotman.

Lanjutnya lagi, bahwa pengakuan Hotman pada saat itu memang benar tidak sedang membawa uang, namun kondisinya tersebut langsung diberitahunya kepada pihak Rumah Sakit, agar pembayarannya diberikan setelah Jenazah dihantar kerumahnya, yang beralamat di Jalan Tiung, Kelurahan Labuhbaru Timur, Kecamatan Payung Sekaki.

“Tetapi setelah Jenazah sampai dirumah, saya mendengar dari keluarga, bahwa pihak Rumah Sakit kembali meminta uang sebesar Rp 1.100.000 (satu juta seratus ribu rupiah), atau artinya secara keseluruhan, saya harus membayar uang sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah)”  sesal Hotman.

RSUD Petala Bumi
Keterangan Foto : RSUD Petala Bumi/ -Net.

Sebut Hotman, memang pada saat jenazah dihantar kerumah, dirinya masih berada diluar dan menerima informasi bahwa pihak rumah sakit kembali meminta uang.

“Memang dasar kurang ajar ! sudah tahu kami ini kemalangan, tega-teganya mereka Pungli (Pungutan Liar-red). Padahal dari awal kami telah sepakat untuk membayar Rp 1.400.000 tapi setelah dirumah kok diminta lagi”  geram Hotman.

Menindaklanjuti pengaduan atas permasalahan itu, Jurnalis Harian Kabar Daerah Riau langsung segera meminta konfirmasi kepada Plt Direktur Utama RSUD Petala Bumi.

RSUD Petala Bumi
Keterangan Foto : Mobil Ambulance dan Ruangan Pemulasaran Jenazah RSUD Petala Bumi, yang Dijadikan Alat Sebagai Praktek Pungutan Liar (PUNGLI).

Hasilnya adalah Plt Dirut tersebut sama sekali tidak ambil pusing atas hal-hal seperti itu.  “Karena memang kasus itu jelas-jelas diluar pengawasan saya. Kalau memang identitas oknumnya sudah diketahui, maka kamipun akan segera bersikap” tegas dr Eka Yuliati Ningsih,  selaku Plt Dirut RSUD Petala Bumi.

Bukan sampai disitu saja, dalam pertemuan itu, dr Eka juga tanpa rasa malu mengatakan, bahwa RSUD Petala Bumi tidak melayani praktek penyuntikan formalin untuk Jenazah Non Muslim, meskipun dalam kasus ini sudah sangat jelas, bahwa pihak Rumah Sakit telah bersikap Non Prosedural terhadap Jenazah atas nama Teresia br Napitupulu.

Atas temuan ini, yang diperkirakan sebagian kecil dari permasalahan yang terjadi di RSUD Petala Bumi, mendesak agar bapak Plt Gubernur Riau, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Riau (Sekdaprov), untuk segera Mencopot dr Eka dari kursinya sebagai Plt Direktur Utama, agar praktek-praktek yang diduga bahagian dari Pungutan Liar (Pungli-red) segera diatasi dengan sebaik-baiknya.

RSUD Petala Bumi
Keterangan Foto : Amek, Pegawai RSUD Petala Bumi (Sebelah Kanan, Duduk Pakai Baju Putih).

Terakhir, Sariaman Purba kerabat dari Hotman Napitupulu juga mempersiapkan diri, guna mempersoalkan kasus-kasus seperti itu.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan segera ke Melaporkan kasus tersebut ke Kantor KPK-RI di Jakarta, kantor Ombudsman Riau dan ke Polda Riau, atas aduan Praktek Pungutan Liar (Pungli-red) terhadap pasien Rumah Sakit RSUD Petala Bumi” tutup Sariaman, seraya mengakhiri pernyataan persnya.  (*)

Laporan : YUNUS
www.riau.kabardaerah.com
loading...