Beranda TERBARU Pak Wali ! Tolong Kami Pak. Segera Non Jobkan Kasat Pol PP...

Pak Wali ! Tolong Kami Pak. Segera Non Jobkan Kasat Pol PP dan Kepala BPTPM Kota Pekanbaru

133
BERBAGI
PEMKO PEKANBARU
Keterangan Foto Ilustrasi : Mutasi alias Non Job

RIAU.KABARDAERAH.COM, PEKANBARU — Untuk kesekian kalinya, kinerja Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Penanaman Modal (Kaban PTPM) Kota Pekanbaru dipertanyakan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pegiat Aktivis Anti Korupsi Kota Pekanbaru. Menurutnya, indikator dari kinerja kedua pimpinan instansi publik tersebut bisa dilihat dari keberadaan Papan Reklame di seluruh kawasan Kota Pekanbaru.

Menurut Syafrizal, selaku Ketua LSM Anti Korupsi, bahwa persaingan dunia usaha dibidang Advertising di Kota Pekanbaru sudah semakin sembrawut.

“Contohnya saja, Perusahaan Group Swastika Advertising yang diduga kuat berada dalam iklim monopoli terhadap keberadaan papan reklame di seluruh kawasan Kota Pekanbaru”  ungkapnya.

Group Swastika Advertising yang berdomisili di Jalan Setia Maharaja, Komplek Perkantoran Grand Sudirman, blok D/18 Pekanbaru tersebut juga sarat akan proses kongkalikong bersama pimpinan kedua instansi Satpol PP dan Badan PTPM Kota Pekanbaru.

Terpisah, Dr Ahmad Basuki Hasibuan, selaku pengamat perkotaan juga mengatakan hal yang sama. Bahwa keberadaan Papan-Papan Reklame di Kota Pekanbaru sudah sangat mengganggu keindahan Kota.

“Sejauh yang saya amati, makin lama Kota Pekanbaru sudah semakin dihiasi oleh hutan papan reklame” tuturnya seraya menunjukkan bukti foto lokasi papan reklame yang dimaksud.

Lanjutnya lagi, bahwa kecurigaan atas adanya sistem monopoli usaha itu bisa dilihat dari nomor kontak yang dipajang. Nomor-Nomor seluler tersebut dipajang sebagai orderan dalam penyewaan papan reklame.

Selain bervariasinya harga-harga penyewaan papan reklame itu, mulai dari 9 juta sampai 22 juta perbulan, status izin dari keberadaan papan reklame tersebut juga patut dipertanyakan.

“Melalui sambungan selulernya, karyawan Group Swastika Advertising yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa kondisi tersebut sudah sangat lama terjadi. Paling kasus itu ujung-ujungnya masalah jatah bayar saja”  imbuhnya.

Merujuk informasi Data dari Undang-Undang nomor 5 tahun 1999, Jurnalis Kabar Daerah Riau langsung mengkonfirmasi M Jamil selaku Kepala Badan PTPM Kota Pekanbaru, namun sampai berita ini diturunkan, beliau enggan menjawab panggilan seluler Jurnalis Kabar Daerah Riau.

“Bukan hanya kami saja, hal-hal seperti ini juga menjadi harapan semua orang, bahwa kinerja Kasat Pol PP dan Kaban PTPM Kota Pekanbaru harus segera dievaluasi. Bila perlu kami minta Pak Wali turun tangan. Tolong kami Pak Wali ! segera Non Jobkan kedua pimpinan Instansi tersebut”  tutupnya, seraya mengakhiri pernyataan persnya.  (*)

Laporan : ELYUNUS
riau.kabardaerah.com
loading...