Beranda HEADLINE Selain Rakus Menggunakan Anggaran, Oknum Pejabat PTPN V Ini Juga Serakah Dalam...

Selain Rakus Menggunakan Anggaran, Oknum Pejabat PTPN V Ini Juga Serakah Dalam Menjalankan Proyek Dari BUMN Tersebut

352
BERBAGI
LARSHEN YUNUS KETUA GAMARI
Keterangan Foto : JAKSA ROBINTUA HARIANJA (Mantan Pegawai PTPN V / Sekretaris DPD JLN Provinsi Riau)

Berita Terkait :

-Peristiwa Hukum.
-Praktek Korupsi Sektor Perkebunan.
-Investigasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

KABAR DAERAH RIAU, PEKANBARU – –  Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh mantan Pegawai PTPN V Pekanbaru, atas nama Jaksa Robintua Harianja (05/05/2018).

Melalui sambungan whatsApp pribadinya, beliau menjelaskan bahwa sudah begitu berlarutnya praktek-praktek kotor tersebut dijalankan oleh para oknum pejabat di PTPN V tersebut.

“Jujur, saya tidak bisa mendiami hal-hal semacam ini, hati nurani tidak bisa diajak untuk berbohong. Kasihan saya terhadap pihak-pihak yang selama ini dirugikan, termasuk bagi Masyarakat dikawasan perkebunan tersebut” tutur Pak Harianja, sapaan akrab dari Jaksa Robintua Harianja.

Dikatakannya, bahwa sudah sangat jelas terdapat oknum-oknum pejabat PTPN V yang bermain proyek dan bermain anggaran. Bagi perusahaan perkebunan sudah ditunggu-tunggu jika ada Replanting.

“Tetapi perlu diketahui, justru Proses Replanting tersebut dijadikan sebagai ajang permainan bagi sebahagian pihak pejabat PTPN V, contohnya saja yang telah terjadi di kawasan Perkebunan Sei Pagar, SBU Galuh dan yang lain sebagainya” tegas Harianja.

Sebutnya lagi, bahwa pada umumnya Manager seolah-olah tidak berfungsi di unit kebun tersebut, oleh karena segala sesuatunya telah di ‘Handel” oleh ASKEP Tanaman yang bernama Budi Darma.

LARSHEN YUNUS AKTIVIS GAMARI
Keterangan Foto Ilustrasi Kejujuran.

“Saya tak habis fikir dengan pola-pola yang dilakukan oleh saudara Budi Darma. Kenyang Betul dia itu… mungkin istilah ini yang paling tepat bagi saudara kita yang satu ini” kesal Harianja.

Menurut Pantauan Jurnalis Kabar Daerah Riau yang diperkuat dengan Informasi maupun Data-Data yang dimiliki oleh bapak Harianja, diketahui bahwa penanaman Makuna atau Kacangan yang sesuai standart perkebunan adalah 715 Stum, namun ternyata dalam Realisasinya diketahui hanya 600 Stum.

Atas temuan tersebut, dikhawatirkan bagi aspek Volume ‘areal tanaman ulangnya’.  “Memang gawat betul kerjaan mereka ini… Areal TU (Tanaman Ulang) menjadi tidak baik, terutama bagi AFD III dan AFD IV. Bahkan saudara kita ini (Budi Darma-red) kerap menjadi pemborong di areal perkebunan tersebut, padahal seharusnya pekerjaan itu murni atas dasar kesepakatan Tender yang telah ada, Dasar Rakus !!!” pungkasnya.

Menurut informasinya, saudara Budi Darma merupakan pemenang atas tender projek tersebut, namun diperjalanan yang bersangkutan telah melenceng dari kesepakatan yang ada. “Bahkan yang lebih aneh lagi, saudara Budi Darma kerap membawa sendiri ke AFD, apakah ini yang menjadi tugas bagi seorang ASKEP ? tanya Harianja kepada awak media.

Tambah Harianja, bahwa hal tersebut murni TP… sebagai informasi bagi rekan-rekan awak media, bahwa atas praktek-praktek kotor seperti ini, yang saya tahu saudara Budi Darma telah berhasil memiliki beberapa Mobil, salah satunya jenis Exvander Baru. Kalaulah hal-hal semacam ini dibiarkan dan dipelihara terus menerus, Bagaimana nasib ataupun masa depan PTPN V sebagai perusahaan BUMN.

“Saya sangat berharap agar aduan dan informasi ini dapat segera ditindaklanjuti secara Komperehensif. Jangan sampai kami buat langkah-langkah selanjutnya. Segera turunkan jabatan saudara Budi Darma atau bila perlu Pecat dia, agar PTPN V terbebas dari virus-virus berbahaya seperti ini”  akhir Harianja melalui sambungan WhatsApp pribadinya.

LARSHEN YUNUS PTPN V
Foto Ilustrasi Praktek Korupsi Anggaran.

Terpisah, R. Larshen Yunus, S.Sos., M.Si., M.Hum yang merupakan Praktisi Hukum sekaligus Ketua LSM GAMARI mengatakan, bahwa pihaknya masih menelaah informasi dari saudara Jaksa Robintua Harianja.

“Kalau nantinya informasi ini sudah terkumpul lengkap, setidaknya dalam 1 (satu) bundelan, maka langkah selanjutnya kami akan segera melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian, dalam hal ini adalah Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau” tuturnya.

Lanjutnya lagi, selain itu… surat yang akan kami layangkan tersebut juga ditembuskan kepada pihak-pihak terkait yang memiliki otoritas dalam rangka Pencegahan Praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme.

“InshaAllah surat pengaduannya juga akan kami Kirim (tembuskan) ke Kantor Kementerian BUMN, Kantor KPK-RI, Kejaksaan Agung dan ke Kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta.   *******Artha Arman Bachtiar/rls/red

 

 

loading...