Beranda HEADLINE Tak Becus Urus Pendaftaran CPNS, Warga Desak Kadisdukcapil Mundur

Tak Becus Urus Pendaftaran CPNS, Warga Desak Kadisdukcapil Mundur

102
BERBAGI
DISDUKCAPIL Kota Pekanbaru
Keterangan Foto : KADISDUKCAPIL Kota Pekanbaru, Baharuddin, S.Sos - Segera Non Jobkan !

RIAU.KABARDAERAH.COM, PEKANBARU — Hari rabu kemarin (3/10/2018), hampir seribu orang mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru, guna mempertanyakan tidak sinkronnya NIK (Nomor Induk Kependudukan) KTP (Kartu Tanda Penduduk) dengan NIK KK (Kartu Keluarga).

Tidak sinkronnya NIK KTP dengan NIK KK mengakibatkan proses pendaftaran CPNS tahun ini menjadi terganggu.

Kantor yang beralamat di Jalan Mustafa Sari, Kecamatan Bukit Raya itu mendadak dipadati oleh Warga Kota Pekanbaru. Mayoritas dari mereka mengurus keperluan Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ini.

Dari pagi hingga sore hari intensitas kehadiran Warga semakin membludak. Atas situasi dan kondisi yang menyesakkan, banyak diantara mereka yang protes. Seperti yang dilakukan Ahmad Supardi, Warga Kecamatan Marpoyan Damai, yang meluapkan kekesalannya dengan berteriak  “Ganti Kadisduk ! Kalau tak bisa bekerja, sebaiknya Kadisduk Mundur saja”.

Sama halnya dengan Ahmad Supardi, Mayoritas dari Warga yang berkumpul disitu juga meneriakkan hal yang sama. Mereka sangat kecewa dengan pelayanan Disdukcapil Kota Pekanbaru, yang terkesan menelantarkan mereka.

PEMKO PEKANBARU
Keterangan Foto Ilustrasi : Mutasi alias Non Job

“Iya pak, kami datang dari tadi pagi, iko lah jam 3 sore urusan ambo belum juga selesai. Sudah jelas warga banyak berkumpul, apalah salahnya mereka (Pegawai Disdukcapil-red) menyediakan tempat duduk tambahan atau minuman gelas. Kok kayak gini pelayanan publik sih”  kesal Siti Maryam, janda tiga anak tersebut.

Pantauan riau.kabardaerah.com, sejak dari pagi Warga sudah berdatangan ke Kantor Disdukcapil Kota Pekanbaru. Namun belum ada jam 10 pagi pendaftaran untuk mengurus SKET sudah ditutup, dengan alasan Nomor Resinya sudah habis.

“Itulah pak, kondisi ini sudah sering terjadi. Baru jam tengah sembilan pagi, Nomor Resi sudah habis. Tapi ada juga oknum pegawai yang mau kasih Nomor Resi, dengan satu syarat deal-dealan. Artinya kalau ada kasih uang tip, baru Nomor Resi bisa dikasih”  tegas T. Mulyadi.

Atas kejadian tersebut, Jurnalis riau.kabardaerah.com langsung mengkonfirmasi melalui nomor seluler Kepala Dinas Baharuddin S.Sos, namun sampai berita ini dimuat, nomor tersebut sulit dihubungi, alias diluar jangkauan.

“Kami minta dan mendesak Pak Walikota maupun Pak Sekretaris Kota, untuk segera Mencopot Kadisdukcapil Kota Pekanbaru.  Kalau memang yang bersangkutan ngak mau mundur, ya Non Jobkan aja !”  teriak warga.  (*)

loading...