Relawan Prabowo-Gibran Puji Transparansi Seleksi Direksi BUMD Riau, Larshen Yunus: “Era SF Hariyanto Sangat Profesional”

PEKANBARU,KABARDAERAH.COM, — Proses seleksi Calon Direksi di sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau kembali menjadi sorotan publik. Namun di tengah berbagai kritik dan dinamika yang berkembang, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo-Gibran (GARAPAN) justru memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT, yang dinilai menjalankan proses seleksi secara terbuka, profesional dan transparan.

Ketua Umum DPP GARAPAN, Larshen Yunus, menilai proses penentuan Direksi di PT Riau Petroleum (Perseroda) maupun PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda kali ini merupakan salah satu mekanisme paling terbuka sepanjang sejarah Pemerintah Provinsi Riau.

Menurutnya, seleksi dilakukan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kompetensi, integritas, hingga kapasitas manajerial para kandidat.

> “Dalam sejarahnya, seleksi terbuka seperti ini baru benar-benar terlihat pada masa kepemimpinan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ini langkah maju bagi tata kelola BUMD di Riau,” tegas Larshen Yunus kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Larshen mengatakan, sejumlah nama yang lolos dalam tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) merupakan figur-figur yang memiliki kualitas di atas rata-rata serta pengalaman profesional yang relevan.

Untuk posisi Direktur Operasional PT Riau Petroleum, nama yang dinyatakan lolos yakni Akmal Fauzi Lindung Lubis, Fazar Muhardi, dan Heri Susanto Abbas. Sementara untuk posisi Direktur Keuangan, terdapat nama Ashri Hadi, Ganesya Varandra, dan Novyandre.

“Bagi kami, mereka punya rekam jejak yang baik, kapasitas yang memadai, pengalaman manajerial dan integritas yang layak untuk memimpin perusahaan daerah strategis,” ujar Larshen Yunus yang juga menjabat Ketua DPD KNPI Provinsi Riau.

Aktivis anti korupsi dan pegiat HAM asal Pekanbaru itu juga menilai proses seleksi kali ini jauh dari praktik politik balas jasa maupun intervensi kelompok kepentingan tertentu.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan berjalan secara profesional melalui mekanisme fit and proper test, evaluasi administrasi hingga penilaian kompetensi yang ketat.

“BUMD tidak boleh dijadikan tempat kompromi politik. Yang dibutuhkan adalah profesionalisme, kompetensi dan kemampuan membangun perusahaan agar mampu bersaing,” katanya.

Menurut Larshen, para kandidat yang mengikuti proses seleksi juga telah memiliki berbagai sertifikasi penting, termasuk standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang dinilai sangat penting dalam operasional perusahaan sektor energi dan migas.

> “Kalau SDM-nya berkualitas, punya sertifikasi lengkap, memahami tata kelola perusahaan dan keselamatan kerja, maka hasil akhirnya tentu akan baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” ujarnya optimistis.

Sebelumnya, Panitia Seleksi PT Riau Petroleum secara resmi telah mengumumkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan melalui Pengumuman Nomor: 22/PANSEL/RP/2026 tentang Hasil UKK Calon Direktur Operasional dan Direktur Keuangan PT Riau Petroleum (Perseroda).

Ketua Panitia Seleksi, Yan Dharmadi, mengatakan bahwa para peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti tahapan wawancara akhir bersama Pemegang Saham, dalam hal ini Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.

“Jadwal wawancara akhir akan diumumkan lebih lanjut,” kata Yan Dharmadi.

Meski demikian, proses seleksi tersebut juga menuai kritik dari sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari H Fauzi Kadir yang mempertanyakan minimnya keterwakilan putra daerah dalam komposisi kandidat direksi.

Namun Larshen Yunus menilai pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Menurutnya, seleksi direksi BUMD harus tetap mengedepankan profesionalisme dibanding pendekatan primordial atau sentimen kedaerahan.

“Kalau memang tidak memenuhi kualifikasi, tentu tidak bisa dipaksakan hanya karena alasan putra daerah. Yang utama adalah kemampuan dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah Plt Gubernur Riau sejauh ini menunjukkan keberanian dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern, profesional dan akuntabel.

“Yang paling penting sekarang adalah menjaga kepercayaan publik. Seleksi ini harus melahirkan direksi yang benar-benar mampu membesarkan BUMD dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” pungkas Larshen Yunus., pakcik Bedelau~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *